Cara-Cara menghadapi bencana Gunung Meletus

Berikut beberapa cara menghadapi bencana Gunung Berapi :


1. Cari tahu apakah Anda tinggal di daerah gunung berapi aktif yang bisa menimbulkan ancaman bagi Anda atau keluarga Anda.

2. Hapalkan dan ketahui rute evakuasi untuk daerah Anda.
Dalam keadaan stres orang bisa saja lupa akan rute ini, akan lebih bijaksana jika bisa menyimpan salinan peta atau membuat rute evakuasi yang ditandai jelas.

3. Segera lakukan evakuasi jika sudah diminta untuk meninggalkan lokasi.
Gunung berapi akan memberikan peringatan-peringatan awal sebelum letusan terjadi. Peringatan-peringatan seperti gempa kecil, batuk-batuk jangan diabaikan.

4. Dalam kondisi darurat siapkan selalu air minum, makanan, baju ganti dan peralatan untuk pertolongan pertama.

5. Jangan kembali memasuki zona evakuasi sampai pihak otoritas menyatakan daerah tersebut aman.
Meskipun letusan gunung berapi telah berhenti memuntahkan abu dan lava tapi kemungkinan masih banyak risiko seperti udara dan air yang mengandung belerang.

6. Lebih baik tinggal di tempat perlindungan dan jangan meninggalkan lokasi penampungan sampai dinyatakan aman.

7. Jika memungkinkan pelajari tentang aliran lava, lahar, banjir, gas-gas yang dikeluarkan oleh gunung berapi yang bisa untuk mengetahui posisi lebih aman untuk berlindung.

8. Pastikan untuk memakai masker atau kacamata jika pergi ke luar bangunan karena dampak yang paling utama dari abu vulkanik yang dirasakan manusia adalah masalah pernapasan, seperti iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, bronkitis, sesak napas (emfisema) hingga bahkan menyebabkan kematian karena saluran napas menyempit.

9. Jika tidak ditemukan masker, warga bisa menggunakan sapu tangan, kain atau baju untuk melindungi diri dari abu atau gas.

10. Bagi keluarga yang memiliki anak-anak sebaiknya sediakan masker khusus untuk anak-anak, serta tidak membiarkan anak bermain di luar untuk meminimalkan paparan.

Persebaran Gunung Api di Indonesia

Jumlah Gunung Api atau Gunung berapi di Indonesia yang masih aktif 129 buah yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Papua.


Jumlah dan Penyebaran
Jumlah gunung api aktif = 129 bh, Jumlah gunung api yang meletus dalam 400 th terahkir = 70 bh, Luas daerah yang terancam = 16.670 km2, dan Jumlah jiwa yang terancam = 5.000.000 orang
Penyebaran Gunung Api di Indonesia : Sumatra : 30 buah, Jawa : 35 buah, Bali dan Nusa Tenggara: 30 buah, Maluku : 16 buah, Sulawesi : 18 buah, Jumlah : 129 buah. 
Daftar berikut mungkin ada perbedaan dengan data sebelumnya, sehingga perlu pengecekan kembali atau disempurnakan melalui sumbernya atau instansi yang berwenang.

Dari beberapa gunung berapi tersebut sebagian wilayahnya ada yang ditunjuk sebagai Taman Nasional
seperti Gunung Bromo, G.Merapi, G.Ciremai, G. Gede, dan G. Merbabu.
Untuk diketahui saja bahwa di Pulau Jawa terdapat nama Gunung Merapi begitu pula di Pulau Sumatera terdapat Gunung Marapi yang biasa disebut juga Gunung Merapi.

Dafar Gunung Berapi di Indonesia (disusun berdasarkan letak)

Gunung di Papua (14 buah - termasuk puncak-puncaknya)
Gunung Puncak Carstenz Pyramid(4,884 m.dpl) merupakan gunung tertinggi di Indonesia.
Gunung Puncak Jaya(4,860 m.dpl)
Gunung Puncak Trikora(4,730 m.dpl)
Gunung Puncak Idenberg (4,643 m.dpl)
Gunung Dom (1,332 m.dpl)
Gunung Derabaro (4,150 m.dpl)
Gunung Yamin (4,595 m.dpl)
Gunung Yaramamafaka (3,370 m.dpl)
Gunung Redoura (3,083 m.dpl)
Gunung Togwomeri (2,680 m.dpl)
Gunung Mandala (4,640 m.dpl)
Gunung Ngga Pilimsit(4,717 m.dpl)
Gunung Foja (1,800 m.dpl)
Gunung Cyrcloop (2,034 m.dpl)
Gunung di Jawa (37 buah)
Gunung Anjasmara (2.277 m)
Gunung Argapura (3.088 m)
Gunung Arjuno (3.339 m)
Gunung Bromo (2.392 m)
Gunung Bukit Tunggul (2.208 m)
Burangrang (2.057 m)
Gunung Ciremay/Cereme (3.078 m)
Gunung Cikuray (2.818 m)
Gunung Galunggung (2.167 m)
Gunung Gede (2.958 m)
Gunung Guntur (2.249 m)
Gunung Karang (1.245 m) sekitar 40 KM selatan Pandeglang
Gunung Kembar I (3.052 m)
Gunung Kembar II (3.126 m)
Gunung Krakatau
Gunung Lasem (806 m) Rembang Jawa Tengah
Gunung Lawu (3.245 m)
Gunung Semeru (3.676m) gunung tertinggi di pulau Jawa dan gunung berapi ketiga tertinggi di Indonesia
Gunung Malabar (2.343 m)
Gunung Masigit (2.078 m)
Gunung Merapi (2.911 m)
Gunung Merbabu (3.145 m)
Gunung Muria (1.602 m)
Gunung Pangrango (3.019 m)
Gunung Papandayan (2.665 m)
Gunung Patuha (2.386 m)
Gunung Penanggungan (1.653 m)
Gunung Raung (3.332 m)
Gunung Salak (2.211 m)
Gunung Slamet (3.432 m)
Gunung Sumbing (3.336 m)
Gunung Sundara (3.150 m)
Gunung Tangkuban Perahu (2.084 m)
Gunung Ungaran (2,050 m)
Gunung Wayang (2.181 m)
Gunung Welirang (3.156 m)
Gunung Wilis (2.552 m)
Gunung Kelud (1.350 m)

Gunung di Kalimantan (4 buah)
Gunung Palung (1.116 m) Kalimantan Barat
Gunung Raya (2.278 m) Kalimantan Tengah
Gunung Liangpran (2.240 m) Kalimantan Timur
Gunung Halau (1.892 m) Kalimantan Selatan

Gunung di Sulawesi (10 buah)
Gunung Awu (1.320 m) Kepulauan Sangihe
Gunung Lokon (1.689 m)
Gunung Klabat(1995 mdpl)
Gunung Mekongga (2.620 m)
Gunung Mahawu (1311 mdpl)
Gunung Bawakaraeng (2.705 m)
Gunung Latimojong (3.478 m)
Gunung Lokon (1580 mdpl)
Gunung Lompobattang (2871 m)
Gunung Soputan (1783 m)

Gunung di Sumatra (13 buah)
Gunung Dempo (3159 m) Sumatra Selatan
Gunung Kerinci (3.805 m) Jambi gunung tertinggi di Sumatra, kedua di Indonesia dan gunung berapi tertinggi di Indonesia
Gunung Sinabung (2.475 m) Sumatra Utara
Gunung Sibayak (2.212 m) Sumatra Utara
Gunung Pesagi (2.262 m) Lampung
Gunung Singgalang (2.877 m) Sumatra Barat
Gunung Marapi (2,891.3 m) Sumatra Barat
Gunung Talamau (2,912 m) Sumatra Barat
Gunung Tandikat (2438 m) Sumatra Barat
Gunung Leuser (3172 m) NAD
Gunung Perkison (2300 m) NAD
Gunung Talang (2600 m) Sumatra Barat
Gunung Sago (2500 m) Sumatra Barat

Bali & Nusa Tenggara (20 buah)
Gunung Agung (3.142 m) di Bali
Gunung Ebulolobo (2,123)
Gunung Inielika (1,559)
Gunung Kondo (2,947)
Gunung Nangi (2,330)
Gunung Rinjani (3.726 m) di Lombok, gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia
Gunung Sangeang (1,949)
Gunung Tambora (2.850 m) di pulau Sumbawa
Gunung Anak Ranakah (2,402)
Gunung Ebulabo (2,123)
Gunung Egon (1,703)
Gunung Iliboleng (1,659)
Gunung Iliwerung (1,486)
Gunung Inerie (2,230)
Gunung Keknemo (2,070)
Gunung Kelimutu (1,385)
Gunung Lewotobi Laki-laki (1,584)
Gunung Lewotobi Perempuan (1,703)
Gunung Lewotolo (1,319)
Gunung Loreboleng (1,117)

Material Vulkanik Gunung Api

Sesuai wujudnya, ada tiga jenis bahan atau material yang dikeluarkan oleh adanya tenaga vulkanisme. Material tersebut adalah material padat, cair dan gas.

a) Benda padat (efflata) adalah abu, pasir,lapili (batu kerikil), batu-batu besar (bom), dan batu apung.

b) Benda cair (effusive) adalah bahan cair
yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme, yaitu lava, lahar panas, dan lahar dingin.
Lava adalah magma yang keluar ke permukaan bumi. Lahar panas adalah lahar yang berasal dari letusan gunung berapi yang memiliki danau kawah (kaldera), contoh kaldera yang terkenal di Indonesia adalah kawah Bromo. Lahar dingin adalah lahar yang berasal dari bahan letusan yang sudah mengendap, kemudian mengalir deras menuruni lereng gunung.

c) Benda gas (ekshalasi), adalah bahan gas yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme antara lain solfatar, fumarol, dan mofet. Solfatar adalah gas hidrogen sulfida (H2S) yang keluar dari suatu lubang yang terdapat di gunung berapi. Fumarol adalah uap air panas. Mofet adalah gas asam arang (CO2), seperti yang terdapat di Gunung Tangkuban Perahu dan Dataran Tinggi Dieng.
 Wedus Gendel

 Lahar Dingin

Jangan Sekali-Sekali Meninggalkan Sejarah… Masa?


Liat judulnya aja bisa ngebedain antara ente yang suka sejarah sama ente yang ga suka sejarah. Buat yang suka sejarah, pasti langsung kebayang sosok muka seorang cowo berpeci hitam yang suka pidato sambil ngomong kenceng-kenceng. Siapa hayooo? Udeh, yg udeh tau jawab aja dalam hati biar pinternya sendiri, hehehe. Nah, kita sekarang kita mau bahas soal cara belajar sejarah yang enak. Emang ada yang enak yah dari sejarah? Nah, ini dia nih, makanya kita bedah tuntas gimana cara kita belajar sejarah, apa aja hambatannya, dan apa aja sih pandangan anak-anak sekolah tentang pelajaran sejarah. Kita bahas mulai dari yang terakhir aja yah..
PANDANGAN UMUM TENTANG PELAJARAN SEJARAH
ane list satu persatu deh nih pandangan umum anak-anak soal pelajaran sejarah:

1. GA PENTING! Sebenernya ini kata-kata menurut ane cukup mengganggu sih. Mudah-mudahan ane ga lebay yah dalam ngejelasin kenapa ini kata-kata bisa mengganggu. Gini, ane paham sebenernya kata “ga penting” itu sebenernya cuma ungkapan yang mungkin aja ente ga serius waktu ngomongnya. Tapi percaya deh, semakin sering ente bilang “ga penting” untuk berbagai macam konteks, makin sering otak ente ente suruh untuk nyuekin berbagai macam hal yang sebenernya bisa aja penting buat ente ke depannya. Oke, mudah-mudahan ga lebay yeh barusan.. Hehehe. Nanti deh di bagian berikut ane bakal jabarin pentingnya ente belajar sejarah buat apa.

2. SUSAH, NGAPAL SOALNYA! Nah ini dia nih, kendala utama ente2 pada dalam belajar sejarah. Harus ngapal nama, tempat, tahun, kejadian, anaknya si anu, pembantunya si itu, pengetik naskah ini, dsb. Banyaaaaak banget yang harus diapal. Nah ini sebenernya bukan cara belajar sejarah yang bagus men! Nanti deh di bagian berikut bakal ane kasih tips-tips cara belajar sejarah yang enak. Tapi sebelum itu, seperti yang tadi ane bilang, mending kita bahas tuntas dulu pentingnya belajar sejarah buat apa. Sebab kalo ente ga tau apa untungnya belajar sejarah, mau ente pelajarin sambil nungging-nungging juga ga bakal masuk ke otak.

Penting ga sih belajar sejarah?

Sebenernya yeh, yang namanya belajar apapun itu penting. Penting buat apa dulu nih? Ya macem-macem, tergantung tujuan masing-masing. Ada yang pingin belajar buat sekadar lulus ujian, ada yang belajar biar jadi banyak tau hal, ada yang belajar buat memperdalam minat, ada juga yang belajar karena pingin keliatan pinter, hehehe. Apapun alesan ente buat belajar, ane yakin, kalo emang cara belajarnya bener, pasti deh ente bakal nguasain itu ilmu dengan baik. Oke sekarang kalo sejarah gimana nih? Apa sih pentingnya ilmu yg pelajarin tentang orang-orang jadul? Sebenernya secara umum sih bukan orang-orangnya sih yg dipelajarin, tapi gimana sebuah kejadian mempengaruhi kejadian-kejadian lain selanjutnya, baik di daerah yang sama maupun di daerah lain. Kalimat barusan ini menurut ane udah cukup untuk jadi pondasi cara berpikir yang bener ketika ente belajar sejarah.Jadi inget yeh, bukan orangnya, bukan tempatnya, bukan tahunnya yang penting, tapi rangkaian kejadian yang dipengaruhi oleh suatu kejadian (bahasa kerennya sih chains of events) di satu masa.

Yaah, berarti selama ini ane salah dong dalam belajar sejarah.. Mungkin beberapa di antara ente ada yang kepikiran kaya gitu. Naah ini sih faktor yang sulit buat dikontrol di lingkungan kita. Ga semua guru sejarah di sekolah-sekolah mampu untuk memberikan paradigma seperti paragraf di atas. Yaa itungannya hoki-hokian lah. ane dulu mayan hoki karena dapet guru sejarah (baik di SMP maupun SMA) yang bisa ngajarin sejarah secara ideal seperti yang ane sebutin di paragraf atas tadi. Tapi klo dari apa yang ane denger, masih banyak juga guru-guru yang ngandelin memori siswa semata dalam mempelajari sejarah. Ga cuma dari guru sekolah aja yah, dari soal-soal ujian nasional maupun seleksi perguruan tinggi terkadang masih ada soal-soal sejarah yang murni apalan kaya tahun berapa lah, tempatnya di mana lah, siapa yg dibunuh lah, dsb.

Selain itu apa sih untungnya belajar sejarah? Klo kita liat cerita-cerita sejarah, kita kan bisa tau tuh gimana sebuah keputusan nimbulin konsekuensi tertentu. Kita bisa belajar deh dari kejadian-kejadian tersebut. Sambil memperdalam daya analisis kita sama sebuah masalah. Master Cicero pernah bilang bahwa “Historia est magistra vitae” (sejarah itu gurunya hidup). Contohnya nih ane kasih, ini dari kisah heroik Francisco Pizarro (1471-1541) yang dengan mudahnya naklukin Kekaisaran Inca di bawah pimpinan Kaisar Atahualpa (1497-1533), hanya dengan membawa 106 pasukan berkuda, 62 infanteri (pasukan jalan kaki), dan 12 harquebuses (pasukan penembak pake senapan jadul yang harus dicolok2 dulu larasnya sebentem nembak, ribet deh pokoknya). Hanya dengan total 180 orang tentara termasuk dia, Pizarro berhasil ngalahin 6000 orang pasukan Inca, tanpa ada yang mati satu pun dari pihak Pizarro! Wedeeehh.. Kok bisa? Sakti abis! Bukan sakti-sakti dalam istilah supernatural men, tapi sakti dalam hal analisis situasi.Dan analisis Pizarro ini bersumber dari catatan keberhasilan Hernán Cortés dalam nyikat abis kekuasaan Kekaisaran Aztec di bawah kepemimpinan Kaisar Moctezuma II, dua dekade sebentemnya.

ane sih ga berniat buat bikin ente jadi panglima perang semua yeh, itu di atas cuma contoh gimana powerful-nya sumber-sumber sejarah bisa dipake buat analisis suatu situasi. Pizarro tau bahwa untuk naklukin Kekaisaran Inca ga butuh bawa pasukan bejibun siap tempur demi kejayaan Spanyol, tapi cukup bawa kuda beberapa ratus biji (buat nakut-nakutin pasukan Inca yang seumur idup blom pernah liat kuda, sekalian buat nyebarin kuman), sapi-sapian (buat nyebarin kuman, penduduk Inca juga seumur idup ga pernah liat sapi, jadi rentan sama penyakit-penyakit yg dibawa sama sapi, sedangkan orang Spanyol udah idup turun temurun sama sapi jadinya kebal), senapan (ya ente tau lah gunanya buat apaan walopun cuma 12 biji), dan persenjataan serta baju perang yang terbuat dari baja (pedang, baju zirah, perisai, dsb. Bandingin sama pasukan Inca yang kebanyakan telanjang dada sambil ngacung2in senjata yg terbuat dari obsidian). Abis men, 6000 orang Inca, ga usah pake perang cape2, cuma dari satu pertempuran di Cajamarca 2000 orang Inca mati, sisanya ditawan (termasuk Kaisar Atahualpa), sedangkan dari Spanyol cuma dua orang yang luka, ga ada yang mati. Selesai! Tuntas sudah Inca! Habis!

Terus pentingnya sejarah apa lagi ya? Ya itu tadi sih intinya, daya analisis ente bisa dikembangin lewat cerita-cerita orang terdahulu. Kalau cara berpikir ente soal sejarah sesuai sama yang ane kemukakan di bagian sebelumnya, ente bisa ngeliat bahwa serangkaian kisah-kisah sejarah itu jarang ada yang berdiri sendiri. Selalu konsekuensi demi konsekuensi dari sebuah kejadian pemicu. Contohnya bisa kita liat pada masa Kebangkitan Nasional di Indonesia pada awal abad 20 kemarin. Kebangkitan Nasional yang diawali dengan pendirian Sarikat Dagang Islam dan Budi Utomo merupakan hasil dari politik etis yang dicanangkan oleh Ratu Juliana dari Kerajaan Belanda. Di dalam skala nasional, politik etis ini dipicu oleh pemikiran-pemikiran Conrad Theodor Van Deventeryang merupakan aktivis politik liberal Belanda yang mengkritik kekejaman yang ditimbulkan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada masa Tanam Paksa yang digagas Johannes Van Den Bosch.

Tanam Paksa ini juga dipicu oleh kerugian Belanda karena perang dengan Belgia di Eropa, dan perang dengan Pasukan Paderi dan Pasukan Sabil di Nusantara. Peperangan ini juga dipicu oleh belum kuatnya Hindia Belanda dalam mencengkram Nusantara secara politik dan militer karena baru saja lepas dari jajahan Perancis di bawah Lodewijk Napoleon (ponakannya Napoleon I, Bonaparte). Nah liat kanchains of events-nya? Pada skala internasional, Kebangkitan Nasional ini juga dipicu oleh munculnya gerakan-gerakan serupa di belahan dunia lain seperti Gerakan Muda Turki, Revolusi Bolshevik Russia, Restorasi Meiji di Jepang, yang pada intinya secara berjamaah mau melepaskan diri dari paham-paham kuno dan berganti dengan paradigma kebangsaan baru. Pandangan ini, lagi2, dipicu juga oleh Revolusi Perancis, sebagai revolusi massal pertama yang berhasil menjatuhkan sebuah kerajaan. Tuh kan lagi2 Chains of Events !

CARA BELAJAR SEJARAH YANG BENER

Oke sekarang saatnya ngubah kebiasaan biar jago belajar sejarah. Ini ada beberapa poin yang cukup efektif dalam mempelajari ilmu-ilmu kesejarahan:

1. BACA ! Nah ini jadi keniscayaan nih dalam belajar sejarah. Ga doyan baca mah mending ga usah mimpi bisa jago sejarah. Heheheh. Bukunya ga bagus kak! Bukunya bosenin bang! Yee ya pilih-pilih buku laah sesuai yang ente suka. Banyak kok macem2nya. Bisa juga ente search di google tentang hal yang pingin ente pelajarin, tapi inget yeh, referensinya harus bener. Sejarah itu gitu2 tetep namanya sains lho. Semua sumber harus valid dan dapat diverifikasi kebenarannya. Saran ane sih ente belajar bahasa Inggris yang bener, biar bisa buka situs2 macem Wikipedia tapi yang Inggris. Lebih bagus referensinya men. Dan buku2 keren tentang sejarah juga banyak yang cuma ada versi Inggrisnya.

2. BIKIN TIMELINE VIRTUAL DI OTAK ENTE ! Ini sebenernya gampang tapi susah neranginnya men. Jadi gini, sejarah itu kan rangkaian kejadian demi kejadian. Jadinya pasti harusnya ada dong timeline nya. Gini, bikin garis khayal dalam pikiran ente, segaris aja. Terus isi deh itu sama timeline2 soal sejarah tertentu. Misal, pas ngomongin sejarah Cina, ada tuh timeline khayal di otak ente, dari yang paling atas misalnya Dinasti Xia, trus lanjut ke bawah Dinasti Shang, lanjut Dinasti Zhou, Qin, Han, Tiga Kerajaan, dan seterusnya hingga Dinasti Qing. Nah pas jaman Dinasti Qing dibubarin sama Chiang Kai Shek, ganti timelinenya jadi masa revolusi. Terus dilanjut lagi timeline ente sama kekuasaan Partai Komunis Cina pada masa Mao Zedong sampai presiden Cina sekarang, Xi Jinping. Kalo bisa, masing-masing bagian ente kasih warna beda-beda di otak ente. Qin kuning, Han merah, Qing ijo, Revolusi putih, Komunis merah tua. Gampang kan harusnya. Ini nih ngebantu ente banget dalam melakukan analisis sejarah. Terutama klo harus dibandingin sama daerah lain. Misalnya, Zhou di Cina kontemporer sama Dinasti Arkaemenid di Persia (Cyrus, Darius, Xerxes, dsb). Karena Zhou ente kasi warna biru, misalnya, Arkaemenid ente kasih warna biru juga. Jadi sinkron deh. Percaya deh, ini efektif banget buat ente daripada ngapal2 ga jelas.

3. NONTON FILM ! Ini juga ga kalah pentingnya nih buat nambahin pengetahuan sejarah ente jadi makin kuat. Banyaaaaaaaak banget film2 Hollywood dan juga dokumenter yang bisa dijadiin referensi soal sejarah. Apalagi, biasanya film2 Hollywood emang biasanya ngelakuin riset dulu sebentem ditulis naskahnya. Apalagi dokumenter, itu sih emang jelas-jelas buat belajar. Contoh film oke yang bisa jadi acuan ente tentang sejarah itu Kingdom of Heaven (Perang Salib antara Saladin dari Mesir lawan Baldwin IV dari Jerusalem), Luther (reformasi gereja),Shakespeare in Love (tentang Shakespeare dan latar belakang historis Inggris masa Elizabeth I), Red Cliff(tentang Cina setelah Dinasti Han runtuh), dan berbagai macam dokumenter keren yang bisa ente tonton di YouTube.

4. "BIKIN FILM" DI OTAK ENTE ! Nah ini juga hampir sama kaya yang nomer dua di atas, tapi bedanya ini ente bikin film khayalan mengenai kisah-kisah sejarah yang ada. Ente2 pada kan bisa apal sama tokoh2 di film2 Harry Potter, Lord of The Rings, dsb bukan karena ente apal satu2 kan? Pasti karena ente tonton terus serialnya dan ngerti sama ceritanya. Ga berat dong klo cuma tau siapa nama penyihir gendut yang jadi pengasuhnya Harry di Hogwarts, atau siapa nama raja di Kerajaan Rohan yang mimpin perang lawan Uruk Hai. Nah, biar belajar sejarah seasik nonton film, kenapa ga ente bikin aja “film” sendiri di otak? Bayangin suasana pas jaman Romawi kuno, bayangin Julius Caesar lagi ada di ruangan senat, bayangin gladiator lagi beraksi lawan singa di depan ribuan penonton, dsb. Seru kan? Selain seru, ente juga bisa lebih mudah melajarin sejarah Romawi kuno klo ente bikin adegannya sendiri di otak ente.

Sekarang gimana nih jadinya, siap ga untuk ngubah paradigma dalam belajar sejarah? 
Belajar sejarah itu sebenernya asik, tapi emang bahannya banyak banget. Santai kan harusnya, anggep aja ente “nonton” film atau baca novel seru yang jumlahnya banyak. Ga usah ente apalin bener-bener men semua tokohnya. Klo ente larut dalam ceritanya, pasti bakal enjoy juga dalam belajarnya. Klo ente enjoy, pasti ente nguasain deh. Klo ente nguasain, kemungkinan besar semua permasalahan dalam ilmu sejarah bisa ente jawab dengan baik. Seperti yang tadi ane bilang, Chains of Events !



Quotes from http://www.kaskus.co.id/thread/52e91040c1cb179c148b45d2

Tanda-Tanda Gunung Api Akan Meletus

Berikut ini tanda-tanda gunung api yang akan meletus :

a. Tanda yang pertama
Terjadinya gempa lokal biasanya disebut gempa vulkanik. Kalau muncul gempa di daerah gunung berapi, warga pun harus segera waspada.

b. Tanda yang kedua
Banyak binatang yang turun dari gunung. Binatang tertentu dapat mendeteksi suatu getaran halus yang berhubungan dengan perubahan alam yang besar. Ternyata mereka punya firasat juga yah! Lihat aksi monyet dan burung yang langsung turun gunung saat Gunung Merapi akan meletus.

c. Tanda ketiga,
Meningkatnya suhu di sekitar daerah gunung berapi. Seperti yang terjadi pada Gunung Krakatau, suhu di di sekitar Jawa Barat menjadi lebih panas. Cairan magma yang terdapat di perut bumi sangat panas apalagi tekanan di daerah kawah gunung pun berubah jadi tinggi. Semakin dekat cairan itu menunju kawah gunung, suhu di sekitarnya pun akan berubah jadi lebih panas.

d. Tanda keempat,
Mata air di sekitar gunung akan mongering. Lihat tanda gunung akan meletus poin ketiga.

e. Tanda kelima,

Tumbuh-tumbuhan atau tanaman di wilayah gunung berapi akan layu dan mati kering.
Nah, kalau buat kamu yang tinggal di daerah gunung berapi, waspada yah, jika merasakan tanda-tanda alam di atas.

Dampak Adanya Gunung Api



letusan gunung berapi harus diakui tak hanya membawa dampak negatif saja bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Terdapat pula dampak positif yang membuat sebagia orang memilih bertahan di pemukiman sekitar gunung berapi. Apa saja dampak negatif dan dampak positif letusan gunung berapi tersebut, berikut uraiannya.




Dampak Negatif

Gunung berapi yang meletus tentu akan membawa material yang berbahaya bagi organisme yang dilaluinya, Karena itu kewaspadaan mutlak diperlukan. Berikut ini hal negatif yang bisa terjadi saat gunung meletus:

  1. Tercemarnya udara dengan abu gunung berapi yang mengandung bermacam-macam gas mulai dari Sulfur Dioksida atau SO2, gas Hidrogen sulfide atau H2S, No2 atau Nitrogen Dioksida serta beberapa partike debu yang berpotensial meracuni makhluk hidup di sekitarnya.
  2. Dengan meletusnya suatu gunung berapi bisa dipastikan semua aktifitas penduduk di sekitar wilayah tersebut akan lumph termasuk kegiatan ekonomi.
  3. Semua titik yang dilalui oleh material berbahaya seperti lahar dan abu vulkanik panas akan merusak pemukiman warga.
  4. Lahar yang panas juga akan membuat hutan di sekitar gunung rusak terbakar dan hal ini berarti ekosistem alamiah hutan terancam.
  5. Material yang dikeluarkan oleh gunung berapi berpotensi menyebabkan sejumlah penyakit misalnya saja ISPA.
  6. Desa yang menjadi titik wisata tentu akan mengalami kemandekan dengan adanya letusan gunung berapi. Sebut saja Gunung Rnjani dan juga Gunung Merapi, kedua gunung ini dalam kondisi normal merupakan salah satu destinasi wisata terbaik bagi mereka wisatawan pecinta alam.
Dampak Positif Letusan Gunung Berapi 
Selain dampak negatif, jika ditelaah, letusan gunung berapi juga sebenarnya membawa berkah meski hanya bagi penduduk yang ada di sekitar. Apa saja? Berikut uraiannya:

  1. Tanah yang dilalui oleh hasil bulkanis gunung berapi sangat baik bagi pertanian sebab tanah tersebut secara alamah menjadi lebih subur dan bisa menghasilkan tanaman yang jauh lebih berkualitas. Tentunya bagi penduduk sekitar pegunungan yang mayoritas petani, hal ini sangat menguntungkan.
  2. Terdapat mata pencaharian baru bagi rakyat sekitar gunung berapi yang telah meletus, apa itu? Jawabannya penambang pasir. Material vulkanik berupa pasir tentu memiliki nilai ekonomis.
  3. Selain itu, terdapat pula bebatuan yang disemburkan oleh gunung berapi saat meltus. Bebatuan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangungan warga sekitar gunung.
  4. Meski ekosistem hutan rusak, namun dalam beberapa waktu, akan tumbuh lagi pepohonan yang membentuk hutan baru dengan ekosistem yang juga baru.
  5. Setelah gunung meletus, biasanya terdapat geyser atau sumber mata air panas yang keluar dri dalam bumi dengan berkala atau secara periodik. Geyser ini kabarnya baik bagi kesehatan kulit.
  6. Muncul mata air bernama makdani yaitu jenis mata air dengan kandungan mineral yang sangat melimpah.
  7. Pada wilayah vulkanik, potensial terjadi hujan orografis. Hujan ini potensial terjadi sebab gunung adalah penangkan hujan terbaik.
  8. Pada wilayah yang sering terjadi letusan gunung berapi, sangat baik didirikan pembangkit listrik. 

Tipe Letusan Gunung Api


Setiap gunung berapi memiliki karakteristik letusan (erupsi) tertentu yang dapat dilihat  dari beberapa segi. Dilihat dari derajat kekentalan magma, tekanan gas magmatik, kedalaman dapur magma dan bahan material yang dikeluarkannya, letusan gunung api dibedakan sebagai berikut.
  • Letusan Tipe Hawaii
    Tipe Hawaii terjadi karena lava yang sangat cair dan bentuknya seperti perisau atau tameng dan mengalir ke segala arah.  Skala letusannya relatif kecil namun memiliki intensitas yang cukup tinggi. Beberapa gunung yang memiliki Letusan Tipe Hawaii adalah Maona Loa, Maona Kea, dan Kilauea di Hawaii.
  • Letusan Tipe Stromboi
    Letusan yang memiliki interval waktu yang hampir sama.  Gunung api Stromboli di Kepulauan Lipan jarak waktu letusannya lebih kurang 12 menit.  Jadi setiap kurang lebih 12 menit lava mendidih, kemudian terjadi letusan.  Bom, lipari dan abu dilontarkan keluar.  Gunung-gunung yang mengalami letusan seperti Tromboli adalah Vesivius (Italia) dan Gunung Raung (Jawa).
  • Letusan Tipe Vulkano
    Tipe letusannya mengeluarkan material padat, seperti bom, abu, lapili, serta bahan-bahan padat dan cair atau lava. Tipe letusan ini dikelompokkan atas kekuatan erupsi dan kedalaman dapur magmanya.  Dapur magma yang bervariasi dari dangkal sampai dalam, sehingga memiliki tekanan yang sedang sampai tinggi. Daya rusak yang dihasilkan cukup besar.  Beberapa gunung yang memiliki Letusan Tipe Vulkano adalah Gunung Vesuvius dan Etna di Italia, serta Semeru di Jawa Timur.
  • Letusan Tipe Merapi
    Letusan tipe ini mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah.  Akibatnya, tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat sehingga sumbatan terangkat pecah-pecah.  Sumbatan yang pecah-pecah terdorong ke atas yang akhirnya terlempar keluar.  Material ini menuruni lereng gunung sebagai ladu atau gloedlawine.  Selain itu, terjadi pula awan panas atau gloedwolk atau sering disebut wedhus gembel.  Tipe letusan merapi sangant berbahaya bagi penduduk di sekitarnya.
  • Letusan Tipe Perret atau Plinian
    Tipe letusan ini sangat berbahaya dan sangat merusak lingkungan karena ledakannya yang sangat dahsyat.  Pada tipe ini, material yang dilemparkan mencapai ketinggian sekitar 80 km.  Memiliki ciri seperti letusan tiangan, gas yang sangat tinggi, dan dihiasi oleh awan menyerupai bunga kol di ujungnya. Letusan tipe ini dapat membobol puncak vulkan hingga dinding kawah melorot atau melemparkan kepundan, misalnya letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 dan St. Helens pada tanggal 18 Mei 1980.
  • Letusan Tipe Pelee
    Letusan tipe ini biasanya terjadi jika di puncak gunung api terdapat sumbatan kawah yang bentuknya seperti jarum sehingga menyebabkan tekanan gas menjadi bertambah besar.  Apabila sumbatan kawah tidak kuat, maka gunung tersebut meletus.
  • Letusan Tipe Sint Vincent
    Tipe letusan ini terjadi pada gunung api yang mempunyai danau kawah.  Selanjutnya, jika gunung apu tersebut meletus, air danau kawah akan tumpah bersama lava.  Letusan ini mengakibatkan daerah di sekitar gunung tersebut akan diterjang lahar panas yang sangat berbahaya, misalnya letusan Gunung Kelud pada tahun 1919 dan Gunung Sint Vincent pada tahun 1902.

[ Vistory ]

  • 125x125 Ads1
  • You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

    Blogroll

    Blogger templates

    Kursor Blog

    Blogger news

    bertaburbntang

    Pages

    Powered by Blogger.

    Translate

    Popular Posts

    Followers

    About Me

    Followers

    Tentangku

    Cari Blog Ini

    Jumlah Pengunjung