Showing posts with label Geografi. Show all posts
Showing posts with label Geografi. Show all posts

TUGAS HIDROSFER



PENGERTIAN SIKLUS HIDROLOGI
Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara yang berurutan secara terus-menerus. Pemanasan sinar matahari menjadi pengaruh pada siklus hidrologi. Air di seluruh permukaan bumi akan menguap bila terkena sinar matahari. Pada ketinggian tertentu ketika temperatur semakin turun uap air akan mengalamikondensasi dan berubah menjadi titik-titik air dan jatuh sebagai hujan.

TUGAS ATMOSFER


1.       PENGERTIAN ATMOSFER
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi dengan ketinggian 1000 km serta ikut berotasi dengan bumi.
2.       UDARA DAN SIFAT-SIFATNYA   
Udara adalah campuran dari beberapa gas.
Sifat-sifatnya :
·         Menempati ruang
·         Memiliki masa
·         Memiliki tekanan
·         Memuai  jika dipanaskan dan menyusut jika didinginkan (elastis)
·         Tidak berwarna
·         Transparan terhadap radiasi

Seisme / Gempa


Seisme adalah kejutan alam yang terasa di permukaan bumi dan berasal dari tubuh bumi. Seisme biasa disebut dengan gempa bumi.
Beberapa hal yang perlu kita lakukan agar selamat dari bencana gempa bumi
a.    Sebelum gempa
1.    meletakkan barang-barang yang berat di tempat yang aman
2.    mengetahui dengan pasti tempat keluar-masuk dimana saja kita berada.
b.    Saat gempa
1.    jangan panik, carilah tempat perlindungan misalnya bawah meja, atau dekat pintu
2.    jauhi tempat-tempat yang dapat mengakibatkan luka, misalnya pipa, kaca, dll
3.    jika di luar ruangan, jauhi tempat yang dekat dengan bangunan
4.    jika berada di dalam mobil, tetap berada di dalam mobil, lalu pinggirkan mobil.
c.    Sesudah gempa
1.    tetap menggunakan alas kaki
2.    memeriksa apabila ada luka yang perlu perawatan dengan segera
3.    memeriksa apakah pipa gas bocor atau tidak
4.    menyalakan radio, dengarkan pengumuman dari pemerintah
5.    memeriksa kerusakan bangunan.



Jenis-jenis Gempa
1. Jenis-jenis gempa berdasarkan hiposentrum gempa atau jarak pusat gempa. Jenis gempa ini dibedakan menjadi:
Gempa dalam, gempa yang hiposetrumnya terletak antara 300-700 km di bawah permukaan bumi
Gempa Intermidier, gempa yang hiposentrumnya terletak antara 100-300 km dibawah permukaan bumi
Gempa dangkal, gempa yang hiposentrumnya terletak kurang dari 100 km dibawah permukaan bumi
2. Jenis-jenis gempa berdasarkan bentuk episentrum gempa
Gempa Linier, jika episentrumnya berbentuk garis. Gempa linier biasanya terjadi pada gempa tektonik. Sebab tanah patahan merupakan sebuah garis dan bukan titik.
Gempa Sentral, jika episentrumnya berbentuk titik. Gempa Vulkanik dan gempa runtuhan adalah beberapa contoh jenis gempa sentral
3. Jenis-jenis gempa berdasarkan letak episentrum gempa
Gempa Laut, jika episentrumnya terletak di dasar laut
Gempa daratan, jika episentrumnya terletak didarat
4. Jenis-jenis gempa berdasarkan jarak episentralnya
Gempa setempat, jika jarak tempat gempa terasa ke episenralnya kurang dari 10.000 km
Gempa Jauh, jika jarak episentral dan termpat terasanya berjarak sekitar 10.000 km
Gempa sangat jauh, jika jarak episentralnya dan tempat gempa terasa lebih dari 10.000 km
5. Jenis-jenis gempa berdasarkan penyebabnya
Gempa Tektonik adalah gempa yang terjadi karena peristiwa dislokasi. Gempa terktonik disebut juga gempa dislokasi dan biasanya mempunyai tingkat kerusakan paling parah apalagi kalau  hiposentrumnya dangkal.
Gempa Vulkanik adalah gempa yang terjadi karena letusan gunung berapi.
Gempa Runtuhan adalah gempa yang terjadi akibat runtuhnya bagian atas litosfer keran bagian sebelah dalam berongga.
Gempa Buatan adalah gempa yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu
6. Gempa Bumi Berdasarkan Intensitasnya
Makroseisme
   Merupakan gempa yang intensitasnya besar yang dapat diketahui tanpa menggunakan alat (seismograf)


Mikroseisme
    Merupakan gempa yang intensitasnya kecil  yang dapat diketahui dengan 
    menggunakan alat (seismograf)



Cara-Cara menghadapi bencana Gunung Meletus

Berikut beberapa cara menghadapi bencana Gunung Berapi :


1. Cari tahu apakah Anda tinggal di daerah gunung berapi aktif yang bisa menimbulkan ancaman bagi Anda atau keluarga Anda.

2. Hapalkan dan ketahui rute evakuasi untuk daerah Anda.
Dalam keadaan stres orang bisa saja lupa akan rute ini, akan lebih bijaksana jika bisa menyimpan salinan peta atau membuat rute evakuasi yang ditandai jelas.

3. Segera lakukan evakuasi jika sudah diminta untuk meninggalkan lokasi.
Gunung berapi akan memberikan peringatan-peringatan awal sebelum letusan terjadi. Peringatan-peringatan seperti gempa kecil, batuk-batuk jangan diabaikan.

4. Dalam kondisi darurat siapkan selalu air minum, makanan, baju ganti dan peralatan untuk pertolongan pertama.

5. Jangan kembali memasuki zona evakuasi sampai pihak otoritas menyatakan daerah tersebut aman.
Meskipun letusan gunung berapi telah berhenti memuntahkan abu dan lava tapi kemungkinan masih banyak risiko seperti udara dan air yang mengandung belerang.

6. Lebih baik tinggal di tempat perlindungan dan jangan meninggalkan lokasi penampungan sampai dinyatakan aman.

7. Jika memungkinkan pelajari tentang aliran lava, lahar, banjir, gas-gas yang dikeluarkan oleh gunung berapi yang bisa untuk mengetahui posisi lebih aman untuk berlindung.

8. Pastikan untuk memakai masker atau kacamata jika pergi ke luar bangunan karena dampak yang paling utama dari abu vulkanik yang dirasakan manusia adalah masalah pernapasan, seperti iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, bronkitis, sesak napas (emfisema) hingga bahkan menyebabkan kematian karena saluran napas menyempit.

9. Jika tidak ditemukan masker, warga bisa menggunakan sapu tangan, kain atau baju untuk melindungi diri dari abu atau gas.

10. Bagi keluarga yang memiliki anak-anak sebaiknya sediakan masker khusus untuk anak-anak, serta tidak membiarkan anak bermain di luar untuk meminimalkan paparan.

Persebaran Gunung Api di Indonesia

Jumlah Gunung Api atau Gunung berapi di Indonesia yang masih aktif 129 buah yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Papua.


Jumlah dan Penyebaran
Jumlah gunung api aktif = 129 bh, Jumlah gunung api yang meletus dalam 400 th terahkir = 70 bh, Luas daerah yang terancam = 16.670 km2, dan Jumlah jiwa yang terancam = 5.000.000 orang
Penyebaran Gunung Api di Indonesia : Sumatra : 30 buah, Jawa : 35 buah, Bali dan Nusa Tenggara: 30 buah, Maluku : 16 buah, Sulawesi : 18 buah, Jumlah : 129 buah. 
Daftar berikut mungkin ada perbedaan dengan data sebelumnya, sehingga perlu pengecekan kembali atau disempurnakan melalui sumbernya atau instansi yang berwenang.

Dari beberapa gunung berapi tersebut sebagian wilayahnya ada yang ditunjuk sebagai Taman Nasional
seperti Gunung Bromo, G.Merapi, G.Ciremai, G. Gede, dan G. Merbabu.
Untuk diketahui saja bahwa di Pulau Jawa terdapat nama Gunung Merapi begitu pula di Pulau Sumatera terdapat Gunung Marapi yang biasa disebut juga Gunung Merapi.

Dafar Gunung Berapi di Indonesia (disusun berdasarkan letak)

Gunung di Papua (14 buah - termasuk puncak-puncaknya)
Gunung Puncak Carstenz Pyramid(4,884 m.dpl) merupakan gunung tertinggi di Indonesia.
Gunung Puncak Jaya(4,860 m.dpl)
Gunung Puncak Trikora(4,730 m.dpl)
Gunung Puncak Idenberg (4,643 m.dpl)
Gunung Dom (1,332 m.dpl)
Gunung Derabaro (4,150 m.dpl)
Gunung Yamin (4,595 m.dpl)
Gunung Yaramamafaka (3,370 m.dpl)
Gunung Redoura (3,083 m.dpl)
Gunung Togwomeri (2,680 m.dpl)
Gunung Mandala (4,640 m.dpl)
Gunung Ngga Pilimsit(4,717 m.dpl)
Gunung Foja (1,800 m.dpl)
Gunung Cyrcloop (2,034 m.dpl)
Gunung di Jawa (37 buah)
Gunung Anjasmara (2.277 m)
Gunung Argapura (3.088 m)
Gunung Arjuno (3.339 m)
Gunung Bromo (2.392 m)
Gunung Bukit Tunggul (2.208 m)
Burangrang (2.057 m)
Gunung Ciremay/Cereme (3.078 m)
Gunung Cikuray (2.818 m)
Gunung Galunggung (2.167 m)
Gunung Gede (2.958 m)
Gunung Guntur (2.249 m)
Gunung Karang (1.245 m) sekitar 40 KM selatan Pandeglang
Gunung Kembar I (3.052 m)
Gunung Kembar II (3.126 m)
Gunung Krakatau
Gunung Lasem (806 m) Rembang Jawa Tengah
Gunung Lawu (3.245 m)
Gunung Semeru (3.676m) gunung tertinggi di pulau Jawa dan gunung berapi ketiga tertinggi di Indonesia
Gunung Malabar (2.343 m)
Gunung Masigit (2.078 m)
Gunung Merapi (2.911 m)
Gunung Merbabu (3.145 m)
Gunung Muria (1.602 m)
Gunung Pangrango (3.019 m)
Gunung Papandayan (2.665 m)
Gunung Patuha (2.386 m)
Gunung Penanggungan (1.653 m)
Gunung Raung (3.332 m)
Gunung Salak (2.211 m)
Gunung Slamet (3.432 m)
Gunung Sumbing (3.336 m)
Gunung Sundara (3.150 m)
Gunung Tangkuban Perahu (2.084 m)
Gunung Ungaran (2,050 m)
Gunung Wayang (2.181 m)
Gunung Welirang (3.156 m)
Gunung Wilis (2.552 m)
Gunung Kelud (1.350 m)

Gunung di Kalimantan (4 buah)
Gunung Palung (1.116 m) Kalimantan Barat
Gunung Raya (2.278 m) Kalimantan Tengah
Gunung Liangpran (2.240 m) Kalimantan Timur
Gunung Halau (1.892 m) Kalimantan Selatan

Gunung di Sulawesi (10 buah)
Gunung Awu (1.320 m) Kepulauan Sangihe
Gunung Lokon (1.689 m)
Gunung Klabat(1995 mdpl)
Gunung Mekongga (2.620 m)
Gunung Mahawu (1311 mdpl)
Gunung Bawakaraeng (2.705 m)
Gunung Latimojong (3.478 m)
Gunung Lokon (1580 mdpl)
Gunung Lompobattang (2871 m)
Gunung Soputan (1783 m)

Gunung di Sumatra (13 buah)
Gunung Dempo (3159 m) Sumatra Selatan
Gunung Kerinci (3.805 m) Jambi gunung tertinggi di Sumatra, kedua di Indonesia dan gunung berapi tertinggi di Indonesia
Gunung Sinabung (2.475 m) Sumatra Utara
Gunung Sibayak (2.212 m) Sumatra Utara
Gunung Pesagi (2.262 m) Lampung
Gunung Singgalang (2.877 m) Sumatra Barat
Gunung Marapi (2,891.3 m) Sumatra Barat
Gunung Talamau (2,912 m) Sumatra Barat
Gunung Tandikat (2438 m) Sumatra Barat
Gunung Leuser (3172 m) NAD
Gunung Perkison (2300 m) NAD
Gunung Talang (2600 m) Sumatra Barat
Gunung Sago (2500 m) Sumatra Barat

Bali & Nusa Tenggara (20 buah)
Gunung Agung (3.142 m) di Bali
Gunung Ebulolobo (2,123)
Gunung Inielika (1,559)
Gunung Kondo (2,947)
Gunung Nangi (2,330)
Gunung Rinjani (3.726 m) di Lombok, gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia
Gunung Sangeang (1,949)
Gunung Tambora (2.850 m) di pulau Sumbawa
Gunung Anak Ranakah (2,402)
Gunung Ebulabo (2,123)
Gunung Egon (1,703)
Gunung Iliboleng (1,659)
Gunung Iliwerung (1,486)
Gunung Inerie (2,230)
Gunung Keknemo (2,070)
Gunung Kelimutu (1,385)
Gunung Lewotobi Laki-laki (1,584)
Gunung Lewotobi Perempuan (1,703)
Gunung Lewotolo (1,319)
Gunung Loreboleng (1,117)

Material Vulkanik Gunung Api

Sesuai wujudnya, ada tiga jenis bahan atau material yang dikeluarkan oleh adanya tenaga vulkanisme. Material tersebut adalah material padat, cair dan gas.

a) Benda padat (efflata) adalah abu, pasir,lapili (batu kerikil), batu-batu besar (bom), dan batu apung.

b) Benda cair (effusive) adalah bahan cair
yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme, yaitu lava, lahar panas, dan lahar dingin.
Lava adalah magma yang keluar ke permukaan bumi. Lahar panas adalah lahar yang berasal dari letusan gunung berapi yang memiliki danau kawah (kaldera), contoh kaldera yang terkenal di Indonesia adalah kawah Bromo. Lahar dingin adalah lahar yang berasal dari bahan letusan yang sudah mengendap, kemudian mengalir deras menuruni lereng gunung.

c) Benda gas (ekshalasi), adalah bahan gas yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme antara lain solfatar, fumarol, dan mofet. Solfatar adalah gas hidrogen sulfida (H2S) yang keluar dari suatu lubang yang terdapat di gunung berapi. Fumarol adalah uap air panas. Mofet adalah gas asam arang (CO2), seperti yang terdapat di Gunung Tangkuban Perahu dan Dataran Tinggi Dieng.
 Wedus Gendel

 Lahar Dingin

Tanda-Tanda Gunung Api Akan Meletus

Berikut ini tanda-tanda gunung api yang akan meletus :

a. Tanda yang pertama
Terjadinya gempa lokal biasanya disebut gempa vulkanik. Kalau muncul gempa di daerah gunung berapi, warga pun harus segera waspada.

b. Tanda yang kedua
Banyak binatang yang turun dari gunung. Binatang tertentu dapat mendeteksi suatu getaran halus yang berhubungan dengan perubahan alam yang besar. Ternyata mereka punya firasat juga yah! Lihat aksi monyet dan burung yang langsung turun gunung saat Gunung Merapi akan meletus.

c. Tanda ketiga,
Meningkatnya suhu di sekitar daerah gunung berapi. Seperti yang terjadi pada Gunung Krakatau, suhu di di sekitar Jawa Barat menjadi lebih panas. Cairan magma yang terdapat di perut bumi sangat panas apalagi tekanan di daerah kawah gunung pun berubah jadi tinggi. Semakin dekat cairan itu menunju kawah gunung, suhu di sekitarnya pun akan berubah jadi lebih panas.

d. Tanda keempat,
Mata air di sekitar gunung akan mongering. Lihat tanda gunung akan meletus poin ketiga.

e. Tanda kelima,

Tumbuh-tumbuhan atau tanaman di wilayah gunung berapi akan layu dan mati kering.
Nah, kalau buat kamu yang tinggal di daerah gunung berapi, waspada yah, jika merasakan tanda-tanda alam di atas.

Dampak Adanya Gunung Api



letusan gunung berapi harus diakui tak hanya membawa dampak negatif saja bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Terdapat pula dampak positif yang membuat sebagia orang memilih bertahan di pemukiman sekitar gunung berapi. Apa saja dampak negatif dan dampak positif letusan gunung berapi tersebut, berikut uraiannya.




Dampak Negatif

Gunung berapi yang meletus tentu akan membawa material yang berbahaya bagi organisme yang dilaluinya, Karena itu kewaspadaan mutlak diperlukan. Berikut ini hal negatif yang bisa terjadi saat gunung meletus:

  1. Tercemarnya udara dengan abu gunung berapi yang mengandung bermacam-macam gas mulai dari Sulfur Dioksida atau SO2, gas Hidrogen sulfide atau H2S, No2 atau Nitrogen Dioksida serta beberapa partike debu yang berpotensial meracuni makhluk hidup di sekitarnya.
  2. Dengan meletusnya suatu gunung berapi bisa dipastikan semua aktifitas penduduk di sekitar wilayah tersebut akan lumph termasuk kegiatan ekonomi.
  3. Semua titik yang dilalui oleh material berbahaya seperti lahar dan abu vulkanik panas akan merusak pemukiman warga.
  4. Lahar yang panas juga akan membuat hutan di sekitar gunung rusak terbakar dan hal ini berarti ekosistem alamiah hutan terancam.
  5. Material yang dikeluarkan oleh gunung berapi berpotensi menyebabkan sejumlah penyakit misalnya saja ISPA.
  6. Desa yang menjadi titik wisata tentu akan mengalami kemandekan dengan adanya letusan gunung berapi. Sebut saja Gunung Rnjani dan juga Gunung Merapi, kedua gunung ini dalam kondisi normal merupakan salah satu destinasi wisata terbaik bagi mereka wisatawan pecinta alam.
Dampak Positif Letusan Gunung Berapi 
Selain dampak negatif, jika ditelaah, letusan gunung berapi juga sebenarnya membawa berkah meski hanya bagi penduduk yang ada di sekitar. Apa saja? Berikut uraiannya:

  1. Tanah yang dilalui oleh hasil bulkanis gunung berapi sangat baik bagi pertanian sebab tanah tersebut secara alamah menjadi lebih subur dan bisa menghasilkan tanaman yang jauh lebih berkualitas. Tentunya bagi penduduk sekitar pegunungan yang mayoritas petani, hal ini sangat menguntungkan.
  2. Terdapat mata pencaharian baru bagi rakyat sekitar gunung berapi yang telah meletus, apa itu? Jawabannya penambang pasir. Material vulkanik berupa pasir tentu memiliki nilai ekonomis.
  3. Selain itu, terdapat pula bebatuan yang disemburkan oleh gunung berapi saat meltus. Bebatuan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangungan warga sekitar gunung.
  4. Meski ekosistem hutan rusak, namun dalam beberapa waktu, akan tumbuh lagi pepohonan yang membentuk hutan baru dengan ekosistem yang juga baru.
  5. Setelah gunung meletus, biasanya terdapat geyser atau sumber mata air panas yang keluar dri dalam bumi dengan berkala atau secara periodik. Geyser ini kabarnya baik bagi kesehatan kulit.
  6. Muncul mata air bernama makdani yaitu jenis mata air dengan kandungan mineral yang sangat melimpah.
  7. Pada wilayah vulkanik, potensial terjadi hujan orografis. Hujan ini potensial terjadi sebab gunung adalah penangkan hujan terbaik.
  8. Pada wilayah yang sering terjadi letusan gunung berapi, sangat baik didirikan pembangkit listrik. 

Tipe Letusan Gunung Api


Setiap gunung berapi memiliki karakteristik letusan (erupsi) tertentu yang dapat dilihat  dari beberapa segi. Dilihat dari derajat kekentalan magma, tekanan gas magmatik, kedalaman dapur magma dan bahan material yang dikeluarkannya, letusan gunung api dibedakan sebagai berikut.
  • Letusan Tipe Hawaii
    Tipe Hawaii terjadi karena lava yang sangat cair dan bentuknya seperti perisau atau tameng dan mengalir ke segala arah.  Skala letusannya relatif kecil namun memiliki intensitas yang cukup tinggi. Beberapa gunung yang memiliki Letusan Tipe Hawaii adalah Maona Loa, Maona Kea, dan Kilauea di Hawaii.
  • Letusan Tipe Stromboi
    Letusan yang memiliki interval waktu yang hampir sama.  Gunung api Stromboli di Kepulauan Lipan jarak waktu letusannya lebih kurang 12 menit.  Jadi setiap kurang lebih 12 menit lava mendidih, kemudian terjadi letusan.  Bom, lipari dan abu dilontarkan keluar.  Gunung-gunung yang mengalami letusan seperti Tromboli adalah Vesivius (Italia) dan Gunung Raung (Jawa).
  • Letusan Tipe Vulkano
    Tipe letusannya mengeluarkan material padat, seperti bom, abu, lapili, serta bahan-bahan padat dan cair atau lava. Tipe letusan ini dikelompokkan atas kekuatan erupsi dan kedalaman dapur magmanya.  Dapur magma yang bervariasi dari dangkal sampai dalam, sehingga memiliki tekanan yang sedang sampai tinggi. Daya rusak yang dihasilkan cukup besar.  Beberapa gunung yang memiliki Letusan Tipe Vulkano adalah Gunung Vesuvius dan Etna di Italia, serta Semeru di Jawa Timur.
  • Letusan Tipe Merapi
    Letusan tipe ini mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah.  Akibatnya, tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat sehingga sumbatan terangkat pecah-pecah.  Sumbatan yang pecah-pecah terdorong ke atas yang akhirnya terlempar keluar.  Material ini menuruni lereng gunung sebagai ladu atau gloedlawine.  Selain itu, terjadi pula awan panas atau gloedwolk atau sering disebut wedhus gembel.  Tipe letusan merapi sangant berbahaya bagi penduduk di sekitarnya.
  • Letusan Tipe Perret atau Plinian
    Tipe letusan ini sangat berbahaya dan sangat merusak lingkungan karena ledakannya yang sangat dahsyat.  Pada tipe ini, material yang dilemparkan mencapai ketinggian sekitar 80 km.  Memiliki ciri seperti letusan tiangan, gas yang sangat tinggi, dan dihiasi oleh awan menyerupai bunga kol di ujungnya. Letusan tipe ini dapat membobol puncak vulkan hingga dinding kawah melorot atau melemparkan kepundan, misalnya letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 dan St. Helens pada tanggal 18 Mei 1980.
  • Letusan Tipe Pelee
    Letusan tipe ini biasanya terjadi jika di puncak gunung api terdapat sumbatan kawah yang bentuknya seperti jarum sehingga menyebabkan tekanan gas menjadi bertambah besar.  Apabila sumbatan kawah tidak kuat, maka gunung tersebut meletus.
  • Letusan Tipe Sint Vincent
    Tipe letusan ini terjadi pada gunung api yang mempunyai danau kawah.  Selanjutnya, jika gunung apu tersebut meletus, air danau kawah akan tumpah bersama lava.  Letusan ini mengakibatkan daerah di sekitar gunung tersebut akan diterjang lahar panas yang sangat berbahaya, misalnya letusan Gunung Kelud pada tahun 1919 dan Gunung Sint Vincent pada tahun 1902.

KLASIFIKASI BATUAN, CONTOH-CONTOH BATUAN DAN SIKLUS BATUAN


Klasifikasi batuan berdasarkan proses terjadinya dibedakan menjadi tiga,antara lain :


A. Batuan Beku
Batuan beku adalah batuan yang berasal dari cairan magma yang mengalami proses pembekuan. Berdasarkan tempat pembekuaan nya, batuan beku dibedakan menjadi tiga;

1. Batuan Beku Dalam ( plutonik/intrusive)
Tempat pembekuannya berada jauh didalam permukaan bumi. Proses pembekuannya sangat lambat.

2. Batuan Beku Korok
Tempat pembekuannya berada dekat dengan lapisan kerak bumi.

3. Batuan Beku Luar ( Vulkanik/Ekstrusif )
Tempat pembekuannya berada berada di permukaan bumi. Proses nya sangat cepat, sehingga dapat terbentuk Kristal.

B. Batuan Sedimen
Batuan Sedimen adalah batuan beku yang mengalami pelapukan, pengikisan, dan pengendapan karena pengaruh cuaca kemudian diangkut oleh tenaga alam seperti air, angin, atau gletser dan diendapkan di tempat yang lain yang lebih rendah.
Menurut prosesnya, batuan sedimen dibagi menjadi tiga;
1. Batuan Sedimen Klastik
Batuannya hanya mengalami proses mekanik tanpa mengalami proses kimiawi dikarenakan tempat pengendapannya masih sama susunan kimiawi nya.
2. Batuan Sedimen Kimiawi
Terbentuk mengalami proses kimiawi. Jadi, batuannya hanya mengalami perubahan susunan kimiawinya. Proses kimiawi yang terjadi adalah :
CaCO3 + H2O + CO2 Ca (HCO3)2
3. Batuan Sedimen Organik
Pada proses pengendapannya, mendapat pengaruh dari organism lain seperti tumbuhan.

Bedasarkan tenaga yang mengangkut, antara lain :
1. Batuan Sedimen Aeris/Aeolis (tenaga angin)
2. Batuan Sedimen Glasial (tenaga es)
3. Batuan Sedimen Aqualis (tenaga air)
4. Batuan Sedimen Marine (tenaga air laut)
Bedasarkan tempat endapannya:
1. Batuan Sedimen Limnik (rawa)
2. Batuan Sedimen Fluvial (sungai)
3. Batuan Sedimen Marine (laut)
4. Batuan Sedimen Teistrik (darat)
C. Batuan Metamorf
Adanya penambahan suhu/penambahan tekanan, campuran gas, yang terjadi secara bersamaan pada batuan sedimen.
Macam-macam nya:
1. Batuan Metamorf Kontak (Thermal)
Batuan yang terbentuk karena adanya peningkatan suhu tinggi karena letaknya dekat dengan dapur magma.
2. Batuan Metamorf Dinamo
Batuan yang terbentuk karena adanya tekanan tinggi.
3. Batuan Metamorf Thermal-Pneumatolik
Batuan yang terbentuk karena adanya peningkatan suhu dan tekanan yang tinggi.

CONTOH-CONTOH BATUAN
·        Batuan beku dalam : Granit, Diorit, Senit
·        Batuan beku luar : Basal, Apung, Andesit
·        Batuan sedimen klastik : Konglomerat Breksi, Pasir
·        Bataun sedimen kimiawi : Halid, Fraternit, Gips
·        Batuan sedimen Organik : Bara, Karang, Gambut
·        Batuan sedimen aeris : Seris, Barchan, Bukit pasir
·        Batuan sediemen glacial : Monera, Drumdin, Gletser
·        Batuan sedimen aquatic : Gosong pasir, Natural levee, Lempung
·        Batuan sedimen marine : Terumbu karang
·        Batuan metamorf kontak : Marmer, Kuarsit, Tanduk
·        Batuan metamorf Dinamo : Sabale, sekis, Filit
·        Batuan metamorf Thermal-Pneumatolik : Genes, Amfibiolit, Grafit 


SIKLUS BATUAN
Proses nya terjadi berjuta-juta tahun.
  • -       Siklus batuan ialah proses penggambaran dari magma menjadi beberapa jenis batuan dan kembali lagi menjadi magma.
  • -        Yang diluar lebih halus (batunya) karena terjadi penurunan suhu drastis disebutbatuan beku.
  • -       Batuan beku mengalami proses penghancuran menjadi kecil mempermudah proses pemindahan (lebih cepat)ke tempat lain disebut sedimen.
  • -        Proses penghancurannya terjadi karena 3 hal. Yang pertama Fisika( adanya penurunan suhu ), Kimia ( hujan asam ), serta Biologi ( Akar-akar pohon yang memecah batu ).
  • -       Alat transportasinya: gravitasi, glesier, air, angin.
  • -     Pengendapan yang sudah keras di sebut batuan sedimen.
  • -        Batu bergesek kena panas lalu menjadi magma lagi.
  • -        Batuan sedimen biasanya ditemukan sebagai barang fosil.


PEMANFAATAN BATUAN
Batuan beku
1.      Granit (keras, besar, kuat) untuk konstruksi bangunan sekarang
2.      Andesit untuk konstruksi bangunan magalitik
Batuan sedimen
1.      Gypsum untuk bahan dasar bangunan
2.      Bara untuk bahan bakar
3.      Gamping untuk pengeras jalan dan pondasi rumah
Batuan metamorf
1.      Batu sabak untul alat tulis
2.      Marmer untuk lantai dan dekorasi bangunan dan batu nisan
3.      Emas, intan untuk perhiasan

KERAK BENUA DAN KERAK SAMUDERA

Memperdalam materi tentang kerak benua dan kerak samudra
silahkan disimak  :)

KERAK BENUA DAN KERAK SAMUDERA



STRUKTUR LAPISAN BUMI

^_^ Alhamdulillah akhirnya bisa post juga ..
semoga bermanfaat ... 
jangan lupa tinggalkan komentar yaa. . .
Kali ini tentang STRUKTUR LAPISAN BUMI 

[ Vistory ]

  • 125x125 Ads1
  • You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

    Blogroll

    Blogger templates

    Kursor Blog

    Blogger news

    bertaburbntang

    Pages

    Powered by Blogger.

    Translate

    Popular Posts

    Followers

    About Me

    Followers

    Tentangku

    Cari Blog Ini

    Jumlah Pengunjung